BKPSDMD Mabar – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) resmi menyelesaikan tahapan pembelajaran klasikal Pelatihan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C di Ruang CAT BKPSDMD Mabar, Labuan Bajo, Senin (31/8/2026).
Sesi tatap muka ini menjadi babak pamungkas dari seluruh rangkaian pelatihan yang telah berjalan sejak pertengahan Agustus lalu, sekaligus menandai kesiapan para peserta untuk menghadapi Ujian Sertifikasi Kompetensi nasional pada 17 September 2026 mendatang.
Sebelum memasuki tahap klasikal, puluhan peserta tersebut telah lebih dulu dibekali materi secara daring (online) sejak 10 Agustus lalu. Pada sesi tatap muka terakhir ini, pihak panitia menghadirkan fasilitator senior dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Frans Budiman Johannes, S.Sos, M.Si.
Di hadapan para ASN, Budiman mengupas tuntas sejumlah kompetensi krusial, mulai dari Penyusunan Spesifikasi Teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Penyusunan Perkiraan Harga, Pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), hingga Pengelolaan PBJP secara Swakelola. Pelatihan juga diperkaya dengan sesi berbagi pengalaman praktis terkait penanganan berbagai proyek pengadaan strategis di tingkat Provinsi NTT.
Pelaksanaan pelatihan ini diakui memakan waktu lebih lama dari jadwal normal. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDMD Mabar, Kristina S. M. Murni, S.Sos, mengungkapkan bahwa agenda kegiatan terpaksa dirombak akibat dampak bencana gempa bumi yang sempat mengguncang wilayah Flores beberapa waktu lalu.
Sejumlah item kegiatan mengalami perubahan jadwal. Pembelajaran klasikal yang semula dijadwalkan pada 24 Agustus baru bisa dilaksanakan hari ini. Begitu pula dengan ujian kompetensi (ujikom) yang awalnya diagendakan pada 10 September, diundur ke tanggal 17 September mendatang,” jelas Kristina.
Meski sempat terkendala bencana, BKPSDMD Mabar memastikan seluruh tahapan regulasi pelatihan telah terpenuhi dengan baik. Kristina pun mengimbau kepada seluruh peserta agar memanfaatkan waktu jeda yang ada untuk melakukan persiapan mandiri secara matang. Diharapkan, ke-27 ASN tersebut mampu melulusi ujian sertifikasi nasional guna memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang akuntabel di Kabupaten Manggarai Barat.
Penulis: Mlky
